Muslimah, Jangan Menikah dengan Laki – Laki Perokok !

Bismillaah, pernikahan bukanlah sebuah permainan hati yang jika suka maka kau nikahi aku dan jika tak suka lagi maka tinggalkanlah aku. Allaahul Musta’an.. Lalu, dimanakah sesi intropeksi diri jika semua dilakukan sekehendak nafsu ? Pernikahan adalah fase dalam membangun sebuah perjanjian besar dengan Allaah, dimana setiap kebaikan didalamnya akan dibalas dengan pahala dan keburukan didalamnya akan mendapat murka Allaah. Bahkan Allaah Ta’ala meninggikan kewajiban seorang perempuan atas suaminya daripada kewajiban untuk orangtuanya. Maa syaa’Allaah..

Sadar bahwa penulis bukanlah orang hebat yang mengetahui seluk beluk penting pernikahan karena memang belum menikah  atau juga bukan pakar motivator dalam bidang pernikahan. Namun, berdasarkan logika ber-‘ilmu tentunya kita diharuskan menjauhi laki – laki yang buruk adab dan bekalnya guna menyelamatkan pernikahan yang harapannya tentu saja dibawa sampai ke Jannah Allaah. –In syaa’Allaah-

Merokok dapat mengakibatkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”.  Demikian kalimat tegas yang disampaikan produsen rokok dari merk ‘ecek – ecek’ sampai merk mahal. Wah kalau dipikir penyakit berat semua itu yah, nah kenapa masih saja merokok? Alasannya kenapa?

Berikut beberapa alasan bagi mereka, laki – laki yang kurang akalnya (Ma’af , kalau ada mas – mas perokok yang kebetulan baca) :

  1. Merokok adalah simbol ke-keren-an bagi laki – laki. Ini salah besar. Jika merokok membuat tampak keren, lalu mengapa justru digandengkan dengan sekian banyak penyakit ? Harusnya tulisan dari produsen rokok berbunyi : “Merokok dapat mengakibatkan anda tampak keren, serangan hormon kepedean, penangkal impotensi paling ampuh dan mampu disukai banyak ibu-ibu hamil beserta janinnya”. 
  2. Agar diterima di masyarakat. Ini juga salah besar. Masyarakat mana yang dimaksud ? Jika masyarakat yang baik -baik tentunya hanya akan menyukai sosok masyarakat lain yang baik – baik pula. Lagipula, presiden dan pak RT setempat tidak akan bertanya ke anda kok, “Mas, perokok bukan ? Kalau bukan, jangan tinggal disini.”. Maka dari itu, bermasyarakatlah dengan lingkungan yang baik kualitasnya. Rasulullaah Shallaahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan kita untuk mencari tetangga yang baik. Adapun jika apes punya tetangga yang buruk, maka kita dianjurkan untuk bersabar. Bukan ikut – ikutan menjadi buruk.
  3. Merokok sebagai penghilang stress. Allaah bilang dalam surat An – Nahl ayat ke 97 : “Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”  Bacalah baik – baik ! Allaah akan menghilangkan derita kita jika kita mau mengerjakan amalan shalih, Allaah akan mencabut stress dan gunda gulana kita dengan bertakwa kepada-Nya, bukan dengan cara lain. Apalagi dengan merokok. Innalillaahi wa innailaihi rooji’un.
  4. Sebagai teman untuk minum kopi. Tak bisakah mengganti biskuit atau makanan ringan lain sebagai teman untuk si kopi ? Jika jawabannya “Tidak”, maka kalau begitu gantilah kebiasaan minum kopi. Jika pagi hari kebiasaan bangun tidur langsung minum kopi, gantilah dengan dzikir bangun tidur dulu kemudian menjalankan 2 raka’at sholat fajar dan subuh. Setelah itu, berpalinglah dari kopi, ganti dengan yang lebih menyehatkan seperti jus buah atau air hangat yang dicampur madu dan perasan jeruk nipis atau lemon sebagai minuman untuk detox (pengeluaran racun) tubuh.
  5. Sudah menjadi kebiasaan. Seperti yang penulis tulis sebelumnya, gantilah kebiasaan buruk dengan kebiasaan yang Allaah ridhoi. Biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa.
  6. Simbol dari laki – laki dewasa. Taukah anda, bahwa presentase member perokok bukan hanya dari laki – laki dewasa, namun juga dari kalangan remaja, atau bahkan anak – anak. Jadi, sungguh tidak tepat jika kegiatan merokok ini menjadi simbol dari dewasanya seorang laki – laki. Titik.
  7. Dan lain sebagainya, silakan untuk dicari – cari alasannya sendiri.

 

Nah, Muslimah, sudah sepatutnya kita mulai merubah haluan tentang “Siapa yang akan menjadi imam seorang Istri nantinya ?” Ini bukan masalah hati lagi, tapi masalah yang lebih jauh dan penting dari sekadar masalah hati. Ini masalah masadepan yang tak’ kan pernah bisa kita lewati 2x. Ini masalah tanggungjawab besar kepada calon anak-anak yang akan turut dididik oleh sesosok yang bernama laki-laki.

Renungkanlah….. Renungkanlah… Saya sangat yakin sekali tidak ada pembaca Muslimah shalihah yang ingin bergandengan tangan dengan seorang imam yang justru jauh dari kadar keshalihan, bukan ?

Lalu, apa hubungannya antara kegiatan merokok dengan kadar ” keshalihan” ? Untuk mempertajam ‘ilmu, ada baiknya link-link berikut dibaca..

Hukum Rokok dalam Islam
Hukum Merokok Menurut Syari’at
Rokok itu Haram

….BaarakAllaahu fiikum….

Kediri, 12 Februari 2014 diselesaikan di Jakarta, 15 Juli 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s