Ukhuwah, Bukan Dengan Su-udzon !

stop_prejudice_now_prop_watermark

Bismillaah,

Saudaraku, lembutkanlah sedikit hatimu..

Yang belum bisa berhijaab syar’i bukan berarti mereka enggan menjalankan syari’at, mungkin saja masih ada udzur penting dalam hidupnya..

Yang belum menikah, bukan berarti ia menunda-nunda waktu menikah, mungkin saja memang Allaah menetapkan jodoh tak lama lagi..

Yang belum punya anak, bukan berarti mereka sengaja menolak punya momongan, mungkin saja belum datang masanya hamil..

Yang senang menggunjing tetangga, bukan berarti ia selamanya senang memakan bangkai saudaranya, mungkin saja belum datang nasehat buruknya menggunjing kepadanya..

Saudaraku, haluskan sedikit perasaanmu, sebagaimana kita senang ketika oranglain dapat berprasangka baik pada kita, maka berbuatlah demikian juga..

Perhatikanlah, seorang syaikh Nabil al ‘Awadhi, beliau adalah da’i yang masyhur di negara Kuwait, pengasuh situs emanway.com sampai berkata : “Aku heran dengan orang yang berlebihan suuzhannya, bagaimana bisa dia memiliki teman !!” Perkataan beliau bukan tak beralasan, sebab buruk sangka terhadap saudaramu merupakan hal yang berseberangan dengan konsekuensi dari ukhuwwah.

Allaah berfirman:
اِجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa” [al-Hujuraat: 12].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: