Antara Sunnah dan Sea Games

Bismillaah,

Saya bukan tipe orang yang suka olahraga tapi juga bukan tipe orang yang membenci olahraga.

Dulu, waktu masih jaman jadi anak kos-kosan saya lebih milih olahraga berenang ketimbang ngikutin temen-temen seperjuangan yang jogging. Kenapa ? Ya kali, ada wanita berjubah lengkap dengan jilbaab nan panjang + niqob lari-larian di khalayak umum sambil usep keringet.. Hehee. Sebenernya bukan masalah jubahnya, panas atau ribetnya. Tapi… You know-lah wanita adalah aurat. Dan kita WAJIB memilih kegiatan manapun yang “aman” bagi aurat ini.

Tiket masuk untuk berenang Rp. 15.000-an, rutin tiap pekan. Alhamdulillaah. Kecuali kalau ada udzur kecapekan, dan duit bulanan yang juga “kecapekan”. Balada anak kos-kosan. Harus pinter-pinter mengatur keuangan, demi masa depan. Tsaaaah blagu nian.

Masih ada satu olahraga favorit lagi untuk jaga-jaga kalau duit mulai sulit kompromi. Olahraga skipping namanya. Loncatan dua kaki tanpa menyentuh tali, tidak usah terlalu tinggi, santai saja sambil menikmati irama jantung dag-dig-dug.. 25 putaran tali dalam 10 detik. Setiap 10 detik berhenti perlahan, lanjut lagi sampai betis mulai menyerah. 

Etapi, sebenernya tadi saya mau cerita tentang acara Sea Games yang tadinya saya liat di tipi. Ngelanturnya kepanjangan yak hmmmm, ma’apkeun hehee.

Dari sekian banyak cabang Sea Games, saya paling suka sama adu berenangnya. Jadi teringat sabda Rasulullaah shallallaahu’alayhi wasallam :

Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” 
(Riwayat Sahih Bukhari / Muslim)

Jadi jelas, selain sebagai bentuk olahraga, berenang juga menjadi ladang pahala bagi penggemarnya jika dilakukan dengan niat untuk menghidupkan sunnah. In syaa’Allaah.

Maa syaa’Allaah, saya terheran-heran dengan para atlet yang gaya renangnya lincah nian. Semoga kaum Muslimin juga diberi kemampuan demikian. Di dalam air yang dalam, mereka asah kemampuan. Tapi ketika berenang usai, TV harap dimatikan. Maklum, aurat laki-laki maupun wanitanya mulai kelihatan. Allaahul Musta’an.

Saya banyak berharap semoga sunnah yang satu ini juga banyak digemari kaum Muslimin. Karena memang di kehidupan para bule sana, berenang merupakan kemampuan yang sangat biasa. Bahkan anak-anak mereka dari dini sudah biasa diajari berenang oleh Bapak – Ibunya. Jangan bilang “Ya kan karena mereka punya kolam renang sendiri tauuuuk“.. Nah, disini pointnya. Jangan menyerah dengan keadaan, sebenarnya bisa saja kaum Muslimin yang punya kelebihan tanah membangun kolam renang yang bisa dipinjamkan ke teman-teman untuk mengasah kemampuan. Lumayan banget tuh dapet pahala jariyah.. –in syaa’Allaah

Kenapa sih berenang ?

1. Salah satu olahraga yang sedikit cideranya.

2. Tidak banyak mengeluarkan keringat, kalau keluarpun langsung dibasuh otomatis sama air kolam hehe

3. Menggerakan otot dari ujung kepala sampai ujung kaki karena semua fungsi tubuh digerakkan untuk melawan “massa” air.

4. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru. Bahkan banyak dokter yang menyarankan olahraga ini sebagai terapi untuk penderita persendian dan Ibu hamil.

5. Kabar gembira bagi si “imut”, berenang mampu menambah tinggi badan.

6. Meringankan stress karena terlilit hutang. Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah. Setelah berenang, dianjurkan untuk segera membayar hutang.

7. Sebagai Self Safety. Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air ( jatuh ke laut, kepleset di kali, dll ). 

8. Lupa, perasaan tadi banyak sekarang jadi lupa. Bisa ditambahkan sendiri apa saja manfa’at lain dari berenang.

Tips tambahan :
– bagi Muslimah, sebaiknya berenang di kolam renang khusus Muslimah. Bukan kolam renang khusus wanita. Beda.

– sebelum berenang lakukan pemanasan 10 menit, kemudian guyur badan dengan air di kamar mandi agar suhu badan tidak kaget ketika nyemplung kedalam kolam. Setelah berenang, lakukan pemanasan juga dengan berenang perlahan-lahan.

– bagi pemula, jangan ambisi harus bisa berenang secara instan. Nikmatilah air dengan mesra, pelajarilah ia pelan-pelan.

ZadannAllaahu ‘ilman wa hirshan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: