Untukmu Wanita yang (Katanya) Siap Berhijaab..

Bismillaah,

Sebenernya kepengen bikin judul “Hijaab Gaul VS Hijaab Syar’i” tapi saya sadar, kesannya terlalu membeda-bedakan ya, walaupun kita semua sadar memang keduanya berbeda. Berbeda dalam niat dan berbeda dalam pahala. Allaahu A’lam.

Sekitar semenit yang lalu saya selesai membaca blog salah seorang kristiani, tidak banyak yang dia tulis namun cukup membuat hati –terutama hati Muslimah hijaab gaul- akan patah berkeping-keping.  Ya, seorang kristiani yang jauh dari ‘ilmu Islam bahkan ia mungkin ia enggan berislam justru paham dengan fenomena keanehan hijaab di kalangan Muslimah saat ini. Semoga kelak Allaah memberinya hidayah Islam :’) aamiin..

Duhai Muslimah, saya akan copas-kan 1 saja paragraf yang semoga menjadi ‘tamparan’ telak bagi kita..

Maafkan gue, tapi gue masih berpikir bahwa lo pake hijab kalo lo merasa siap. Siap untuk apa? Siap untuk berpakaian sederhana, siap untuk nahan diri pamer badan lo ke masyarakat, siap untuk menjalankan hidup yang nggak sepenuhnya duniawi. Bahasa gampangnya? Siap mengerem diri pake celana skinny jeans dan baju ketat.

Bagaimana ? sudah merasa ditampar kah ? hehehe kalau saya sudah. Bahkan saya gemetaran ketika yang bersikap demikian justru dari mereka yang minoritas. Oh, maukah saya tunjukan 1 paragraf lagi jika benar paragraf diatas masih belum menampar anda..

Udah ah, sekarang gue mau menyerahkan semuanya ke kalian. Pilih keputusan berhijab karena memang keputusan dari hati atau cuma pengen ikut-ikutan aja? Beneran siap nggak pake hijab? Karena hijab itu bukan sekedar tren. Modifikasi hijab memang lagi tren, tapi esensi dari hijab sendiri adalah sebagai alat agama. Suatu saat nanti bisa jadi hijab kembali ke bentuk dasarnya. Jangan sampe buta dan nggak bisa ngebedain tren dengan perangkat agama. Pikir juga, apa yang akan lo lakuin kalo tren modifikasi hijab lenyap dimakan waktu? Bakal tetep pake hijab atau malah lepas hijab karena udah nggak tren lagi?

Dear Muslimah,  siapakah yang engkau ikuti sebagai ‘trend’ kehidupanmu ? Artis ibu kota kah ? Atau Ummahatul Mukminin ? Siapakah yang menyuruhmu berhijaab ? Desainer kah ? Atau Rabb yang menghendaki hari kiamat ? Jujurlah pada hatimu, apa motivasimu mengenakan hijaab ? Untuk mendapat penilaian manusia (baca : laki-laki) kah ? Atau untuk mendapat penilaian Rabb yang menghidupkan dan mematikan manusia ?

Sekiranya mbak pemilik blog tersebut lebih banyak mengetahui tentang lembutnya syari’at Islam, saya yakin ia akan berIslam. Karena Islam adalah agama penyempurna. Sebagaimana Umar bin Khatab yang dulunya paling keras terhadap Islam, setelah hidayah menyapanya maka ia pun menjadi makhluk yang paling keras terhadap musuh-musuh Allaah. Sebagaimana Arnoud Van Doorn, seorang produser asal Belanda yang kerjaannya membuat film-film pemfitnah Islam bertahun-tahun berpropaganda melawan ajaran Islam, justru kini ia tunduk dan lemas pada syari’at Allaah. Dan masih banyak kisah haru lain, Maa syaa’Allaah..

Duhai Saudariku yang telah Allaah berikan Islam dalam hatimu, dalam setiap hembusan napasmu, sungguh syari’at Allaah telah sempurna, janganlah senang mengambil ‘ilmu dari selainnya. Ingat, imbas dari sikap kita enggan tunduk pada syari’at ialah dosa yang juga mengalir untuk orangtua kita. Kelak orangtua juga akan dimintai pertanggung-jawaban. Tak sayangkah engkau pada Ibu-Bapakmu ?

Allaah Ta’alaa telah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 120, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela/senang kepada ummat Muslim, hingga ummat ini mengikuti agama, kepercayaan, perilaku, perayaan hari besar atau kebiasaan mereka (Yahudi dan Nasrani). Karena Allaah telah berfirman seperti tersebut diatas, maka pastilah hal itu akan terjadi. Dan kita harus beriman terhadap ayat tersebut.

Untukmu wanita yang (katanya) siap berhijaab.. Nyatanya, berhijaab bukanlah suatu penantian panjang dengan dalil “belum siap”. Namun, berhijaab hukumnya wajib, siap atau tidak siap. Ingatlah, “Siapa yang menjaga agama Allaah, maka Allaah akan menjaganya.”

Maksudnya, barangsiapa menjaga batas-batas Allaah dalam diri dan keluarganya serta tetap istiqamah dalam mengikuti al-Qur’an dan Sunnah, maka Allaah akan bersamanya dalam setiap keadaan. Allaah akan selalu memperhatikannya, menjaganya, memberikan taufik kepadanya, meluruskannya, dan senantiasa melindungi, dan menolongnya.

إِنَّ اللهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَالَّذِيْنَ هُمْ مُحْسِنُوْنَ.

Sesungguhnya Allaah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan. [an-Nahl/16:128]

 

———————

 Hijab Gone Wrong

Pembenci Islam, Masuk Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: