“Bapak, Belikan dek Nia Piano…”

Bapak, belikan dek Nia piano…” Yup. Begitulah ungkapan polos dari lisan seorang anak kecil -yang kira kira- berusia 10 tahun.

Apa sih yang ada dibenak anak usia 10 tahun selain selalu ingin uptodate mainan-mainannya ? Kali ini Nia kecil menginginkan sebuah piano, bukan karena dia pandai bermain musik, apalagi terlahir dari keturunan yang pandai bermusik. Tidak. Ia hanya tergiur karena ada seorang temannya yang mempunyai piano.

Nia kecil pun kini rajin mengunjungi rumah temannya itu, untuk sekedar memencet tuts piano. Bahkan terkadang temannya itu malah jadi penonton, menonton Nia kecil asyik memainkan musik yang tidak jelas arah liriknya. Yes, she’s totally failed. Haha..

Beberapa hari, lanjut beberapa pekan tak ada tanda-tanda menyenangkan dari Bapak, Bapak selalu bilang. “Piano gak bikin dek Nia pintar..” Begitu selanjutnya setiap kali Nia kecil merengek dan merayu.

Dibalik Penolakan Bapak Menghadirkan Piano Didalam Rumah

Alhamdulillaah ‘alaa kulli haal, tak berhenti Nia kecil -yang sekarang sudah beranjak dewasa- menyebut nama Allaah, dan memuji-Nya.

Bagaimana tidak? Kini ia tau bagaimana Allaah murka terhadap musik dan para pemainnya. Lihat penjelasannya berikut :

Allaah Ta’ala berfirman:

Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan lahwul hadits untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allaah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allaah itu bahan olok-olokan.” (Luqman: 6)

Para Ulama sepakat yang dimaksud dengan “lahwul hadits” dalam ayat tersebut adalah nyanyian. Hasan Al Basri berkata, ayat itu turun dalam masalah musik dan lagu.

Allaah pun berfirman kepada setan:

“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu.” Maksudnya dengan lagu (nyanyian) dan musik.

Rasulullaah Shallallaahu ‘Alayhi Wasallam telah bersabda :

Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik.” (HR. Bukhari dan Abu Daud)

Dengan kata lain, akan datang suatu masa di mana beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera, minum-minuman keras dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram.
Adapun yang dimaksud dengan musik di sini adalah segala sesuatu yang menghasilkan bunyi dan suara yang indah serta menyenangkan. Allaahu ‘alam.

———————————–

Hati itu dikuasai oleh 1 bentuk. Kalau lah bukan yang baik, maka dikuasi oleh kemungkaran. Tak ada dalam hati seorang yang ‘alim suatu kemurkaan dari Allaah, pun tak ada dalam hati seorang yang mungkar sesuatu yang membuatnya ‘alim.

Beberapa pekan kemudian, sepulang kerja, Bapak membawakan Nia kecil seekor anak burung yang sedang kesakitan. Kata Bapak, “Kasian, Bapak nemu dia jatuh dari pohon dekat kantor..” Bapak mau Nia kecil merawatnya. Alhamdulillaah, Nia kecil disibukkan dengan rawat-merawat binatang kesayangannya itu, tidak lagi (baca: lupa) meminta dihadiahkan sebuah piano.

Sebuah piano yang bisa saja membuatnya lupa akan silaunya dunia, sebuah piano yang haram. Tak habis pikir, jika saja Nia kecil bersahabat dengan piano, mungkin saja murrotal al-qur’an dan nasehat-nasehat ulama tidak akan terdengar dari dalam kamarnya sekarang, melainkan yang terdengar hanyalah sayatan lagu-lagu yang mengundang murka Allaah. Allaahul musta’an.

And I wanna say… Jazaakallaahu khayran Bapak…Baarakallaahu fiyk..I love you ’cause Allaah as always ♥

Baarakallaahu fiykum.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: