Ummahat Oh Ummahat

BismillaahAssalamu’alaykum..

Ummahat ohh.. Ummahat.. Pengen deh jadi Ummahat.. Hihihi *hela napas* In syaa’Allaah dimudahkan oleh Dzat yang Maha Mengatur takdir manusia. Dulu, sama sekali tak terbayangkan kalau jadi Ibu RT itu seribet mereka, ya iyalah yang sebelum ini aku perhatikan ialah mereka Ibu RT yang doyan dandan, pergi ke mall, anak-anak tinggal titipin aja ke pembantu. Alhamdulillaah, Allaah menyapaku lewat hidayah-Nya yang tak akan pernah ku tukar dengan apapun ! *senyum*

Ummahat ohh.. Ummahat.. Kini ku tau wahai para Ummi, apa tugasmu yang sesungguhnya. Tugasmu adalah mengabdi sepenuhnya untuk Allaah Ta’ala, suami dan anakmu menjadi tanggungjawab penuh untuk dirimu dalam menggapai pahala surga Allaah.. Ya Allaah, semoga Engkau menaungi mereka sepenuhnya setiap hari.. Aamiin.

“Makanya, jangan melulu ke mall lah, liat sinetron lah, ayolah kawan, datangi panggilan Allaah lewat kajian ilmiyah, disana kalian akan tau para calon bidadari surga sesungguhnya”. Rasanya pengen deh bilang gitu kepada semua wanita di dunia, jangan ‘buta’ wahai kawan, kelak jika kita ditakdirkan menikah, maka belajarlah lewat ahlinya. Jangan melulu kau belajar dengan mereka yang sama-sama dipanggil “Bunda / Ummi / Ibu /Mama” namun sungguh mereka lalai mengemban pahala Allaah.

Ummahat ohh.. Ummahat.. Benar saja, tempat kajian ilmiyah kemarin disulap menjadi PAUD dadakan. Hihihi, alhamdulillaah ku perhatikan saat waktu istirahat anak-anak kecil main ini-itu ada yang menangis, terjatuh, dan lain-lain. Waktu istirahat? Bahkan diwaktu penyampaian ilmu ilmiyah pun ada anak-anak yang mondar-mandir, nangis, ramee banget. Trus, apakah si Ummahat lantas bilang, “Bik, itu anakku tolong gendong” ? Enggak ! Mereka tangani sendiri anak-anak itu. Tentunya sambil mencatat ilmu yang terus disampaikan oleh Ustadz. Maa syaa’Allaah

Itu keadaan di tempat umum, di kajian ilmiyah. Kebayang nggak kalau dirumah, ada suami yang juga tanggungjawab seorang Ibu, belum lagi beberes rumah, masak, ngajar anak buat PR, dan lain-lain. Kebayang nggak mereka mengerjakan itu sungguh-sungguh demi mengharap pahala surga Allaah..

Betul kawan, merekalah yang seharusnya jadi contoh nyata. Tinggalkan tindakan wanita-wanita jahiliyah. Wahai saudariku muslimah, renungkanlah firman dari Rabbmu berikut ini. Rabb yang telah menciptakanmu, yang paling tahu tentang kemaslahatan bagimu. Allaah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً

Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al Ahzab: 33).

Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

كلكم راع، وكلكم مسئول عن رعيته، فالأمير راع، وهو مسئول عن رعيته، والرجل راع على أهل بيته، وهو مسئول عنهم، والمرأة راعية على بيت بعلها وولده، وهي مسئولة عنهم، والعبد راع على مال سيده، وهو مسئول عنه، فكلكم راع مسئول عن رعيته

Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Pemimpin negara adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak-anaknya dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari 893 dan Muslim 1829).

Dengan demikian, tugas seorang istri selaku pendamping suami dan ibu bagi anak-anaknya adalah memegang amanah sebagai pengatur urusan dalam rumah suaminya serta anak-anaknya. Dia kelak akan ditanya tentang kewajibannya tersebut. Inilah peran penting seorang wanita, sebagai pengatur rumah tangganya. Wanita sudah memiliki amanah dan tugas tersendiri yang harus dipikulnya dengan sebaik-baiknya. Yang menetapkan amanah dan tugas tersebut adalah manusia yang paling mulia, paling berilmu, dan paling bertakwa kepada Allaah, yaitu Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam. Beliau tidaklah menetapkan syariat dari hawa nafsunya, semuanya adalah wahyu yang Allaah wahyukan kepada Beliau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: