Ied Mubarok (Again)

Bismillaah, assalamu’alaykum wa rahmatullaah wa barakatuh..

How a blessed day! ^___^ Hari raya idul adha-nya pas sama hari jum’at. Maa syaa’Allaah.

Jadi mengingat kembali 1 tahun yang lalu, dulu pernah buat coretan tentang malam takbir. Sama kok keadaannya, kalau setahun yang lalu saya sendirian sekarang pun (masih) ‘sendirian’ #kode.  And yeah, I really miss my beloved fam so much! ^__^

But I do not want to talk more about (my) loneliness, hihihi let’s talk about our Ied mubarok.

Qoddarallaah pagi ini mendengar khutbah yang sangat bagus sekali dari sang khotib. Setelah khotib berhenti, seseorang (yang saya duga) panitia qurban masjid tersebut berdiri dan berkata, “Untuk penyembelihan hewan qurban dilakukan besok hari sabtu“. *JengJoongTakDungCes* Dalem hati bilang, emang boleh yaaa? Bukan kah penyembelihan hadyu dianjurkan setelah sholat Ied?

Menunggu sang panitia menjelaskan lebih lanjut mengapa penyembelihan ditunda esok, sambil menoleh kanan-kiri ke arah jama’ah akhwat, berharap ada wajah-wajah kebingungan yang tersirat sama seperti wajah si bodoh ini =___=” Dan qoddarallaah saya harus mencari jawaban itu sendiri. Via Yufid, of course.

Alhamdulillaah, disinilah pertanyaan diatas terpecahkan : Menunda Menyembelih Qurban Karena Hari Jumat :’)

Saya petik salah satu paragraf dari artikel diatas ya,

Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada hari dimana amal salih itu lebih dicintai Allah melebihi amal salih yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Termasuk jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali.” (HR. Al-Bukhari, Ahmad, dan At-Turmudzi).

Hadis ini secara tegas menunjukkan keutamaan beramal di rentang tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Jika kita yakin bahwa berqurban termasuk ibadah yang mulia, akan sangat disayangkan jika dilakukan di luar rentang waktu itu. Karena tentu saja, pahala qurban di tanggal 10, lebih utama nilainya dibandingkan dengan qurban setelah tanggal itu.

Masalah kedua, “Bolehkah tidak melakukan sholat jum’at di hari itu?”. It means konteksnya masih seputar Ied yang bertepatan pada 1 hari ya. Dari artikel Bila Hari Ied Jatuh Pada Hari Jum’at menyebutkan bahwa diperbolehkan meninggalkan sholat jum’at, namun wajib baginya menunaikan sholat dhuhur. Dengan catatan, hal ini berlaku khusus untuk orang yang nomaden (al bawadiy)

That wastak banyak yang saya tau tentang syari’at ini, tetap harus belajar dan belajar. Zadanallaahu ilman wa hirsha. Baarakallaahu fiykumana uhibbukum fillaah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: