”Nya, kamu tidak panas dengan jilbabmu itu?”

Bismillaah, assalamu’alaykum wa rahmatullaah wa barakatuh.

Ini bukan sekali atau dua kali mereka bertanya padaku. Baik dari pandangan beberapa teman hingga keluarga. Dan ini adalah pertanyaan yang sering sekali mereka lontarkan manakala bertemu denganku. 
”Nya, kamu tidak panas dengan jilbabmu itu?”
”Nya, kamu tidak gerah ya siang bolong dengan jilbabmu itu?”
”Nya, ini musim panas. Kamu gak panas ya dikurung begitu dengan jilbab?”
”Nya, ini siang bolong lho, gak panas ya pake panjang-panjang gitu?”

Yah, beberapa pengguna nama “Nia” pasti berujung dipanggil dengan sebutan “Nya”. Beberapa teman (akrab) memanggilku dengan “Nio”. Kalau di rumah of course dipanggil “Dek Nia” karena paling muda diantara yang lain, hehe.

Terlepas beberapa nama panggilan itu dan berbagai macam pertanyaan yang bisa saya maklumi. Dari beberapa orang yang bertanya, ada sebagian yang ku jawab dan sebagian yang ku jawab berupa dengan senyuman. Senyum pun termasuk jawaban, yaitu jawaban yang tertunda karena melihat kondisi yang tidak memungkinkan untuk kita menjawabnya..

Saudariku, sungguh aku sangat mencintaimu karena Allaah. Karena kecintaanku padaNya, aku dengan senang hati memberi jawabanku padamu, memberi senyumku padamu dikala kau bertanya padaku. Aku tidak marah padamu atas pertanyaanmu itu. Sama sekali tidak marah,  jangankan marah, tersinggungpun tidak. Tetapi saudariku, aku kasihan padamu. Aku sedih dengan pertanyaan yang kau lontarkan padaku. Pertanyaanmu itu membuatku menangis. Bukan, aku menangis bukan karena pertanyaanmu padaku. Tapi aku menangis karena ketidaktaatanmu kepada Allaah, kepada perintahnya.

Ingatkah kau dengan ayat ini?

Dan berimanlah kamu kepada Al-Qur’an yang telah Aku turunkan yang membenarkan (Taurat) yang ada padamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu menjual ayat-ayatku dengan harga yang murah, dan bertaqwalah hanya kepada-Ku.” [QS. Al-Baqarah : 41]

Saudariku, apa yang menjadi keinginanmu juga menjadi keinginan semua wanita di dunia ini. Yaitu tampil cantik dihadapan semua orang yang melihatnya. Memperlihatkan wajah cantiknya yang telah dipoles, memperlihatkan rambut panjangnya yang indah tergerai, memperlihatkan kemulusan kulitnya. Semua wanita ingin seperti itu, termasuk aku. 
Tapi tidak saudariku! Kami, wanita muslim dilarang keras untuk tampil cantik dihadapan pria berhidung belang. Allaah memerintahkan kepada kami untuk menyembunyikan kecantikan itu hanya pada seorang lelaki yang bergelar suami.

Saudariku, Islam tidak melarang kami untuk tampil seksi dengan pakaian seksi seperti yang kau gunakan sekarang. Sama sekali tidak. Tetapi, pakaian itu hanya digunakan didepan lelaki yang bergelar suami.

Ah, seandainya kau tau, bahwa dirimu itu lebih berharga dari Berlian, dari Emas atau dari Mutiara saudariku.

Saudariku, pernahkah kau melihat berlian, emas, mutiara yang sering dipajang dipameran-pameran ternama? Bagaimana mereka menjaga barang mahal tersebut?  Iya saudariku, benar sekali. Mereka menjaga ketat barang mahal tersebut. Disimpan didalam kotak besar dan digembok agar barang mahal itu tidak dipegang, disentuh atau dijamah oleh tangan-tangan yang bukan pemiliknya. Barang mahal itu hanya boleh disentuh, dipegang dan dijamah oleh pemiliknya.

Saudariku, kamu, lebih dan lebih berharga dari barang mahal tersebut. Kamu sangat berharga. Olehnya, jagalah dirimu dengan penutup yang syar’i, yaitu jilbab.

Aku tidak akan pernah bosan mengingatkanmu dengan perintah Allaah :

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Saudariku, pernahkah kau melihat barang sale, barang obralan? Bagaimana mereka memperlakukan barang murah tersebut? Iya saudariku, kamu benar sekali. Mereka hanya menaruhnya pada tempat yang tidak tertutup, sehingga semua orang bisa memegang barang sale tersebut. Bisa membukanya dan kadang bisa mencobanya. Bagaimana saudariku? Apakah kamu ingin menjadi seperti barang obralan itu? Yang bisa disentuh, dipegang, dibuka dan dicoba? Wal ‘iya’udzubillaah…

Saudariku, kini semua pilihan ada pada dirimu. Ingin menjadi wanita yang lebih berharga dari berlian, emas dan mutiara ? Ataukah ingin menjadi wanita yang (maaf) lebih murah dari barang obralan ?

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’udradhiyallahu ‘anhuma)

Saudariku, jalan untuk menuju surga Allaah tidaklah mudah. Banyak batu sandungan, banyak aral terjal yang menghalangi kita kesana. Namun, itu adalah satu ujian yang harus kita lewati. Tetapi sungguh buah dari ujian itu sangatlah manis, yaitu surga.

Saudariku, disini aku tidak ingin mengguruimu. Aku pun bukanlah seorang yang bersih dari dosa. Kesalahan pun dapat ku lakukan ketika aku khilaf. Aku, diriku berjilbab karena aku ingin taat, aku ingin terhindar dari makar Allaah yang sangat pedih. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa akupun dapat berbuat salah.

Saudariku, hidup yang baik adalah kita melihat bagaimana akhir hidup seseorang. Ketika akhir hidupnya dalam keadaan Khusnul Khotimah, in syaa’Allaah dia adalah orang yang berakhir dengan baik. Aku pun berharap, kamu dan diriku, mengakhiri hidup ini dengan khusnul khotimah. Aamiin..

Semoga Allaah memberikan hidayah dalam hatimu, ’cause I really love you for the sake of Allaah..🙂


~Salin dari status facebook seorang teman, dengan tambahan kalimat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: