A Glass of Tea (with Tanin)

 

Bismillaah,

Apa yang ada dipikiran pembaca ketika melihat secangkir teh hangat beraroma wangi terhidang didepan mata, terlebih jika disajikan sebagai teman untuk makan? Tentunya teh sudah menjadi primadona sendiri dikalangannya. Bahkan banyak kita jumpai di berbagai tempat makan, beberapa orang senang memesan segelas teh sebagai pengganti air mineral.

Yuk, mari kita telusuri apakah teh aman dikonsumsi untuk sehari-hari ? ?

Makanan & Minuman Anda Tak Luput dari Zat Anti Gizi !

Perkenalkan,  saya zat antigizi, kerja saya adalah menghambat tubuh anda untuk menyerap nutrisi yang ada pada makanan yang anda konsumsi.” Duh duh duh, udah nyiapin makanan untuk dimakan, buah-buahan, sayur-sayuran, tujuannya sih agar si tubuh ini sehat, eh malah mubadzir alias minim sekali nutrisi yang terserap oleh tubuh atau bahkan malah tidak ada sama sekali. *tepok jidat* :p

Berbagai macam antigizi/antinutrisi atau senyawa toksik terdapat pada berbagai biji cereal, biji legume dan tanaman lainnya. Sebagian besar zat kimia ini mengandung unsur normal dengan komposisi kimia bervariasi (seperti protein, asam lemak, glycoside, alkaloid) yang bisa didistribusikan seluruhnya atau sebagian ke tanaman.

Dikatakan antigizi karena memang fungsinya adalah menghambat penyerapan gizi yang terkandung dalam makanan sehingga tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang maksimal, atau bahkan tidak mendapatkan nutrisi sama sekali. Sayang sekali bukan, jika kita mengkonsumsi makanan dengan tujuan agar tubuh bisa sehat tapi justru malah tidak mendapatkan apa-apa. 

Banyak macam zat antigizi dalam makanan yang sangat perlu kita ketahui (silahkan dibaca disini ). Nah! Bagaimana dengan teh yang sehari-hari kita minum ? Adakah zat antigizi didalamnya ??

Kandungan Tanin dalam Teh yang Kita Minum

Salah satu kebiasaan orang Indonesia setelah makan adalah meminum teh. Teh sebenarnya mengandung zat antigizi yaitu Tanin.

Tanin diketahui dapat berikatan dengan protein dan mineral sehingga protein dan mineral menjadi tidak dapat digunakan oleh tubuh. Mineral yang diikat khususnya zat besi dan kalsium. Sedangkan zat besi diserap sangat sedikit oleh tubuh. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia atau penyakit lainnya (Silahkan dibaca Masalah Kekurangan Zat Besi).

Interaksi zat non gizi dapat terjadi pada tiga tempat. Pertama, dalam bahan makanan(produk pangan). Kedua, dalam saluran pencernaan, dan Ketiga, dalam jaringan system transport, dan jalur ekskresi tubuh. Masing-masing interaksi dapat bersifat positif (sinergis), negative (antagonis), dan kombinasi di antara keduanya. Interaksi disebut positif jika membawa keuntungan. Sebaliknya, disebut negative jika merugikan.

Pertanyaannya : “Bagaimana jika yang saya makan adalah makanan dengan komposisi Fe,Ca,Zn yang tinggi?”

Meskipun dalam daftar komposisi bahan makanan terlihat kandungan bahan pangan nabati cukup tinggi, kita harus bertanya dulu, “apakah mineral itu dapat dimanfaatkan semuanya oleh tubuh?” Hal ini harus di perhatikan. Karena kalau mineral-mineral itu terdapat dalam bentuk terikat dengan zat antigizi, tentu tubuh tidak dapat dapat menyerapnya dengan baik. Artinya di dalam tubuh mineral-mineral itu hanya akan “NUMPANG LEWAT”.

Setelah mengetahui fakta penting tentang tanin, yuk kita baca artikel berikut yang juga sangat penting berkaitan dengan tanin jika dikonsumsi oleh Ibu hamil dan menyusui disini.

Kapan Saat yang Aman Mengkonsumsi Teh ?

Dengan mempertimbangkan kandungan Tanin sebagai zat antigizi dalam teh tentunya kita diharuskan mengingat kembali banyaknya manfaat baik yang terdapat dalam secangkir teh.  

Banyaknya manfaat tersebut tentunya akan terserap baik oleh tubuh kita dan tidak mengganggu penyerapan nutrisi dari makanan lain jika memperhatikan waktu yang tepat meminum secangkir teh.

  1. Dianjurkan meminum teh pada saat sebelum makan dan sesudah makan (bukan dibarengi saat makan!).  Hendaknya 30 menit sebelum makan dan 1 jam setelah makan, hal ini memberi kesempatan pada usus untuk menyerap nutrisi makanan dengan maksimal tanpa ada gangguan zat antigizi.
  2. Cara lainnya adalah anda mengkonsumsi sumber vitamin C seperti jeruk setelah makan (segera setelah selesai makan) karena vitamin C dapat mempercepat penyerapan zat besi. Jadi vitamin C (mempercepat penyerapan zat besi) dapat menetralisir kerja Tanin (menghambat penyerapan zat besi).
  3. Adapun kebiasaan meminum teh yang dicampur dengan susu juga tidak dianjurkan, karena anda tentunya tidak akan mendapatkan kalsium yang maksimal dari kandungan susu karena telah diserap oleh tanin.

Setelah membaca keseluruhan, semoga kita tidak hanya kian cerdas dalam memilih makanan atau minuman yang bergizi namun juga cerdas untuk memperhatikan kandungan zat antigizi didalamnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Baarakallaahu fiykum..

One comment

  1. Pernah dikasih tau suami yang dulu hobi minum teh tarik alias teh susu😀 Alhamdulillah dapet penjelasan yang lebih ilmiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: