Siapakah Lelaki Terbaik ?

Bismillaah, teruntuk saudariku yang hendak menikah. Maka ijinkanlah penulis merangkai beberapa pesan yang in syaa’Allaah dapat menjadi pencerah tentang ‘Siapa Lelaki Terbaik’ ?

Yaa ukhtiy, siapakah lelaki terbaik yang dengannya kita siap mengarungi bahtera rumah tangga?

Yaa ukhtiy, siapakah lelaki terbaik yang dengannya kita siap memberi segala kewajiban sebagai Isteri sekaligus Ibu bagi anak-anaknya?

Maka pilihlah diantara mereka seorang lelaki terbaik yang bukan terpandang didunia, namun ia mampu terpandang mengalahkan dunia. Yang dengan dunia ia enggan bermain-main, bersenang-senang, namun dengan dunia ia pandai menimba ilmu tuk dijadikan ‘bekal’ bersamamu.

Jika kau memilih karena parasnya yang tampan…

Maka ketahuilah paras itu kelak akan ‘termakan’ oleh usia. Namun, jika kau memilih karena AGAMAnya yang ‘tampan’. Maka ketahuilah ilmunya akan terus dan terus bertambah seiring usia.

Jika kau memilih atas nama jabatannya…

Maka ketahuilah roda itu pasti berputar. Dan Allaah Maha Membalikkan setiap keadaan. Namun, jika kau memilih karena TANGGUNGJAWABnya. Maka sungguh dengan keadaan apapun kau akan merasa bahagia, karena ridho bersamanya.

Memilih lelaki terbaik yang BUKAN dari golongan orang fasiq, yaitu orang yang rusak agama dan akhlaknya, suka berbuat dosa, dan lain-lain.

“Siapa saja menikahkan wanita yang di bawah kekuasaanya dengan laki-laki fasiq, berarti memutuskan tali keluarga.” (HR. Ibnu Hibban, dalam Adh-Dhu’afa’ & Ibnu Adi).

Memilih lelaki terbaik BUKAN dari golongan dayyuts, yaitu orang yang tidak punya kecemburuan terhadap keluarganya sehingga dia membiarkan mereka berbuat maksiat.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“ثلاثة لا ينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة: العاق لوالديه, والمرأة المترجلة, والديوث…”

“Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allaah (dengan pandangan kasih sayang) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts…” (HR. An-Nasa-i, no. 2562, Ahmad, 2/134 dan lain-lain. Dishahihkan oleh Adz-Dzahabi dalamKitabul Kaba-ir, hal. 55 dan dihasankan oleh syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaaditsish Shahihah, no. 284. Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/498 mengenai makna hadits ini).

Lelaki terbaik,

Menyelesaikan masalah tidak dengan tangan & lisannya yang kasar, namun dengan berpegang pada Al-Qur’an & Sunnah. 

Lelaki terbaik,

Terlihat dari cintanya kepada Allaah dengan bukti memelihara sunnah Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam.

Yaa ukhtiy, menikah itu bukan sehari atau dua hari. Maka pilihlah ia yang berniat menikahimu sebagai jalan Ibadah menuju surga Allaah. Semoga kita dapat menjadi bidadarinya lelaki terbaik , dengan seijin Allaah baik didunia & diakherat.

Keep on praying! Dan jangan lelah memantaskan diri untuk mendapat lelaki terbaik. Zadanallaahu ilman wa hirsha, ana uhibbukum fillaah❤

*Note:

Hasil blog walking, silakan dibaca juga, recommended thread ~>> “Analisa: Bagi wanita, manakah yang terbaik? Menikah dengan orang yang mencintainya atau dengan orang yang dicintainya?” dari Catatan Abu Iram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: