KARENA SAYAP SEEKOR NYAMUK, MEREKA BEREBUT

Dunia memang selalu menggoda. Dunia selalu tampak indah dan menawan. Ia cantik mempesona dan memikat hati banyak manusia.
Namun, dunia juga merupakan cobaan, untuk menguji siapa di antara hamba Allaah yang beriman dan siapa yang tidak. (QS. Al Kahfi: 7 dan QS. Al Mulk: 2).

Sebenarnya, banyak orang yang telah memahami hakikat dunia ini, namun masih banyak pula yang terjebak di dalamnya. Yang paling menyedihkan adalah, orang yang tidak mengerti sama sekali hakikat dunia. Mereka adalah  orang-orang yang terombang-ambing dalam pusaran gelombang hawa nafsu yang sengaja dipasang oleh setan untuk dijadikan perangkap dalam menyesatkan manusia. Padahal harga dunia seisinya telah digambarkan oleh Nabi shallallaahu’alaihiwasallam dalam sabdanya,
“لَوْ كَانَتْالدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ؛ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ”.
“Andaikan dunia di sisi Allaah seharga sayap seekor nyamuk; niscaya Allaah tidak akan memberikan seteguk air pun untuk orang kafir”. [HR. Tirmidzy dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu’anhu dan isnad nya dinyatakan sahih olehal-Hakim].

Sayap seekor nyamuk, siapa yang mau? Diberi gratispun kita tidak mau. Namun anehnya tidak sedikit di antara manusia yang mati-matianberebut sayap nyamuk tersebut, bahkan sampai mempertaruhkan surga mereka sekalipun!

Berikut beberapa contoh praktek nyatanya:

1. Mengorbankan tali silaturrahim karena berebut warisan.
Dari Jubair bin Muth’im bahwa Rasulullaah  bersabda,
“لَا يَدْخُلُالْجَنَّةَ قَاطِعٌ”.
Tidak akan masuk surga pemutus (silaturrahim)”. HR. Bukhari dan Muslim.

2. Menghalalkan segala cara demi meraih kursi panas jabatan.
Bahwa Rasulullaah bersabda,
لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ!فَإِنَّكَ إِنْ أُوتِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا، وَإِنْ أُوتِيتَهَا مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا
“Janganlah meminta-minta jabatan, sebab jika engkau mendapatkan suatu jabatan lantaran permintaan darimu niscayaengkau tidak akan mendapatkan pertolongan dari Allaah ta’ala. Namun jika engkau mendapatkannya bukan karena permintaan darimu niscaya engkau akan mendapatkan bantuan (dari Allaah ta’ala) dalam mengembannya”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abdurrahman bin Samurah radhiyallaahu’anhu .

3. Mengorbankan prinsip-prinsipagama untuk menjaga kedudukan sosial.
Allaah  menggambarkan akibat perilaku tersebut dalam firman-Nya,
“أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآَخِرَةِ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ”.
Artinya: “Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong”. QS. Al-Baqarah: 86.

diambil dari tunasilmu.com Dipublikasikan kembali oleh : www.udrussunnah.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: