R.A Kartini dalam Wacana Karir Wanita Muslim

Assalamualaikum wahai teman bloger, saya akan membahas apa yang menjadi guratan pikiran selama 2 hari ini.

Saya adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang berusaha menyelesaikan tugas mulia yang sering kita sebut dengan Skripsi. Tentu saja skripsi itu tidak hanya diemban saya sendiri, berikut kawan kawan saya senasib turut memeriahkan ruang perpustakaan dan laboratorium kampus.

Selama kami bergulat dengan skripsi, maka bahasan kami tidak luput dari mimpi “lulus” dan “mau jadi apa nanti?” Disinilah awal mulanya.

Beberapa dari kami (kawan perempuan) memiliki cita cita untuk menjadi pegawai bank, ketika saya tanya, maka ini lah jawabannya “Bank itu cocok untuk wanita, kayak kita.” Beberapa lainnya bercita cita menjadi QC perusahaan makanan, ketika saya bertanya mengapa, inilah jawabannya.. “Kita sebagai cewe gak boleh lengah, harus sejajar dengan status kerja cowo”.

Saya sendiri cukup bingung ketika dihadapkan dengan “mau jadi apa nanti”, fokus saya adalah skripsi ini lulus. Dan kalaupun pertanyaan itu diulang, maka saya ingin sekali menjadi seorang guru, guru TK. Mereka tersenyum dan sebagian lain tertawa, seolah ini lucu. “Pekerjaan itu tidak sesuai dengan tenaga dan usahamu selama 4 tahun ini, nia.” Dan kini giliran saya tersenyum.

R.A Kartini telah mengubah dunia perempuan menjadi hebat.

Inilah prinsip yang selalu dipegang oleh wanita masa kini yang seolah sesuai dengan prinsip yang dibawa Ibu R.A Kartini, bahwa status karir wanita tidak untuk diremehkan (khususnya oleh para pria), dunia membutuhkan wanita tangguh. Yaitu wanita berkarir tinggi.

Ibu Kartini memulai gebrakannya pada tahun 1903 (semoga ingatan saya benar ;b) Ada yang sudah lahir ditahun itu?😉 Ditahun tersebut wanita masih jauh dari ilmu pengetahuan tentunya karena pengaruh dari adat jawa yang mengharuskan wanita untuk selalu berdiam diri dirumah. Dari situ Beliau ingin wanita bebas menuntut ilmu dan belajar. Maka inilah yang harus kita cermati.

Lalu apa hubungannya dengan wanita muslim?

Banyak hambatan yang akan dilalui wanita muslim di era modern ketika dia dihadapkan dengan lulus kuliah dan harus mencari nafkah. Karena memang sebenarnya dalam situasi itu kita bukanlah lagi beban ekonomi bagi orangtua kita. Walaupun orangtua kita mampu membantu namun kita tidak akan tau sampai kapan mereka akan mampu.

Bagi wanita yang sudah menikah, maka tidak semua wanita yang telah menikah berada dibawah bangunan kokoh rumah tangga dan ekonomi suaminya.

Maka, inilah semangat juang seorang wanita muslim yang bahagia yaitu jangan menyerah. Berjalanlah semampu kita berjalan dengan iman. 

Bagaimana sebaiknya wanita bekerja?

Sebuah kutipan dari Syaikh Bin Baz tentang hukum wanita bekerja diluar.

“Tidak seorang pun ulama yang melarang kaum wanita untuk bekerja mencari uang. Perbedaan pendapat hanya terjadi mengenai lapangan pekerjaan apa yang boleh untuk dirambah oleh kaum wanita. Penjelasannya adalah bahwa seorang wanita memiliki tanggung jawab menyelesaikan beberapa tugas rumah tangga dalam keluarganya seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan semua jenis bantuan yang bisa ia lakukan untuk rumah tangga dan keluarganya.”

Adapun untuk lapangan pekerjaan di luar rumah yang diperbolehkan bagi kaum wanita adalah seperti menjadi seorang guru dan pedagang. Sebagai contoh kerja di pabrik jahit atau lapangan pekerjaan lain yang tidak membawa terbukanya maksiyat yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seperti berduaan di tempat kerja dengan laki-laki asing, atau bercampur di tempat kerja dengan laki-laki yang bukan mahram-nya (ikhtilat), karena besar kemungkinannya hal ini akan melahirkan fitnah bagi dirinya dan rumah tangganya. Pekerjaan lain yang membuat dirinya lalai melakukan tugas rumah tangganya (tanpa menunjuk seseorang untuk mengurusnya/pembantu atau saudara) juga dilarang dalam agama. Bekerja (Pekerjaan) tanpa izin keluarga dan atau suaminya juga larangan dalam agama islam.

Sesungguhnya Islam itu memudahkan. 

Cukup dan tidaknya penghasilan suami adalah tergantung pada bagaimana setiap diri muslim bersikap terhadap dunia. Ilmu dan agamalah yang menjadi filternya. Hal ini juga pertimbangan tambahan untuk wanita bila memutuskan bekerja.

Wanita yang sholeh dan cerdas adalah wanita yang tahu apa-apa yang dibutuhkannya bagi dunia dan terutama akhiratnya. Mengenali diri pribadi dan potensi diri, dengan pembekalan ilmu dan agama yang cukup sangat dibutuhkan bagi kaum wanita untuk tetap tegar, bersabar dalam kehidupan, dan memilih serta mencari yang terbaik bagi dirinya dan agamanya. 

Dengan inti tulisan ini, maka saya tidak berhak untuk menunjuk pekerjaan wanita diluar batasan islam adalah Dosa besar, karena hanya Allah yang berhak, Wallahu a’lam bishshowab.

Semoga ini menjadi jawaban wanita muslim yang sedang bingung dengan situasi tingkat akhir seperti saya🙂

Wassalamu’alaykum.

5 comments

  1. Nice post ^_^
    jarang ada perempuan yg punya pola pikir seperti ini..
    disaat perempuan yg lain berlomba-lomba mengejar karir setinggi2nya dg tujuan yg bermacam2, kamu pilih jalur yg berbeda, walaupun aq yakin kamu juga pasti bisa seperti atau lebih dari mereka..

    Lalu dimana sisi menariknya? Gini, sebelumnya aq adalah tipikal cowo yg klo punya istri nanti ga pengen dia punya profesi lain selain ibu rumah tangga, karena aq sadar IRT bukanlah pekerjaan yg mudah, itu butuh tenaga, waktu & pikiran yg sangat besar.. Lalu smakin ksini ada sedikit yg berubah dri pemikiranku, aq jadi memikirkan psikologis juga, gmnpun jg org punya tingkat kebosanan, apalagi pekerjaan itu tidak ada hari liburnya ^_^ mana ada IRT yg libur? Iy kn? Hehehe..

    Klo diliat dari cerita diatas, kamu pengen jadi guru TK y? Thats good, memang sih ga sesuai dg study yg kmu tempuh sekarang, tapi bukankah esensi kita belajar adalah untuk mendapatkan ilmu? 🙂 ilmu yg kamu dapet di THP sangat bisa diterapkan di kehidupan sehari2, apalagi banyak yg berhubungan dg gizi🙂 juga bisa untuk pendidikan dini buat anak2 didikmu di bangku taman kanak2, how sweet ^_^
    So, terus kejar cita2mu, ga perlu peduli sama omongan org, karena kita sendiri yg tahu n bakal ngerasain apa itu kebahagiaan, mereka hanya tau kulitnya aja ^_^ dan satu lagi, tidak hanya anak2 didikmu yg akan merasakan manfaatnya, karena kelak anak2mupun membutuhkan ilmu2 itu dari ibunya.. Dan itu sungguh mulia..

    1. ada petikan bekal dari buku : “Wanita dapat menjadikan rumah tangga laksana surga, sebagaimana dia pun bisa merubahnya menjadi neraka yang tak seorangpun kuat bertahan di dalamnya”.🙂

  2. izin share ya ^^

    1. Iya, semoga manfa’at :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: