Bacillus thuringiensis (bt) pada Air Cucian Beras

Seperti janji saya di artikel sebelumnya, saya akan mencoba mengulas tentang Bacillus thuringiensis (bt) yang dapat menjadi alternatif bioinsektisida.

Munculnya wabah ulat bulu yang banyak menyerang wilayah Indonesia kini menjadi perhatian beberapa pihak pemerintah mulai dari pakar zoologist, mahasiswa, badan pemelihara lingkungan dan sebagainya. Fokus kasus ini adalah bahan pestisida apa yang dapat melawan wabah ulat bulu?

Bacillus thuringiensis (bt) banyak terdapat dalam daftar komposisi pestisida. Namun, masyarakat kini tidak perlu susah mencari bahan kimia tersebut, karena Bacillus thuringiensis (bt) juga terkandung dalam air cucian beras.

Apa itu Bacillus thuringiensis (bt) ?

Bacillus thuringiensis adalah bakteri gram positif, berbentuk batang, yang tersebar secara luas di berbagai negara. Bakteri ini termasuk patogen fakultatif dan dapat hidup di daun tanaman konifer maupun pada tanah. Apabila pada kondisi tidak menguntungkan maka bakteri ini akan membentuk sporulasi. Saat sporulasi terjadi, tubuhnya akan terdiri dari protein Cry yang termasuk ke dalam protein kristal kelas endotoksin delta. Apabila serangga memakan toksin tersebut maka serangga tersebut dapat mati. Oleh karena itu, protein atau toksin Cry dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami.

Mengapa Bacillus thuringiensis (bt) dapat Mematikan Serangga?

B. thuringiensis dapat memproduksi dua jenis toksin, yaitu toksin kristal (Crystal, Cry) dan toksin sitolitik (cytolytic, Cyt). Toksin Cyt dapat memperkuat toksin Cry sehingga banyak digunakan untuk meningkatkan efektivitas dalam mengontrol insekta. Lebih dari 50 gen penyandi toksin Cry telah disekuens dan digunakan sebagai dasar untuk pengelompokkan gen berdasarkan kesamaan sekuens penyusunnya. Kebanyakan dari protein kristal tersebut lebih ramah lingkungan karena mempunyai target yang spesifik sehingga tidak mematikan serangga bukan sasaran dan mudah terurai sehingga tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.

Bagaimana Mekanisme Patogenisitasnya?

Kristal protein yang termakan oleh serangga akan larut dalam lingkungan basa pada usus serangga. Pada serangga target, protein tersebut akan teraktifkan oleh enzim pencerna protein serangga. Protein yang teraktifkan akan me-nempel pada protein receptor yang berada pada permukaan sel epitel usus. Penempelan tersebut mengakibatkan terbentuknya pori atau lubang pada sel sehingga sel mengalami lysis. Pada akhirnya serangga akan mengalami gangguan pencernaan dan mati.

Jadi, untuk mengusir atau bahkan mematikan ulat bulu menggunakan bahan ramah lingkungan, yaitu cukup dengan menyiramkan air cucian beras pada tanaman atau tempat yang dirayapi si ulat bulu. (daripada air cucian beras terbuang percuma🙂 )

Berikut artikel penunjang bagaimana cara menghindari dan mengobati serangan ulat bulu. Semoga bisa membantu🙂

7 comments

  1. I agree with your thoughts here and I absolutely love your blog! I’ve bookmarked it so that I can come back & read more in the future. Your post is very interesting. I’ve read your blog for few days now and I trully enjoy your blog. Thank you for your great work!

    1. thank you for your comment. hopefully this blog will inspire many people🙂

  2. Atania Aufa · · Reply

    Ada bukti ilmiah????

    1. Afwaan, baru balas. Coba cek google keyword :BACILLUS THURINGIENSIS (BT) PADA AIR CUCIAN BERAS.pdf disana banyak penelitian penunjang. Semoga manfaat ya🙂

  3. apapun segalanya….yang jelas manfaat artikel ini sangat besar…. makasih….

    1. sama-sama, alhamdulillaah ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: